Inews Complex – Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) dilaporkan tengah mempersiapkan pengiriman kapal induk kedua ke Timur Tengah. Langkah ini diambil untuk memperkuat kesiapsiagaan militer AS terkait kemungkinan serangan terhadap Iran. Ketegangan antara kedua negara semakin memuncak setelah AS mempersiapkan armada tempur untuk mendukung negosiasi yang tengah berlangsung. Ini merupakan respons terhadap ancaman yang semakin nyata dan potensi eskalasi konflik di kawasan.
Pengiriman Kapal Induk Kedua: Mengantisipasi Aksi Militer
Pada 10 Februari 2026, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan untuk mengirim kapal induk tambahan ke Timur Tengah. Rencana ini muncul sebagai langkah antisipasi, jika proses diplomasi dengan Iran menemui jalan buntu. Keputusan ini dianggap penting mengingat situasi yang semakin tegang, yang memerlukan kesiapsiagaan penuh dari pihak AS. Meski begitu, Trump juga membuka ruang untuk melanjutkan jalur diplomasi jika ada peluang kesepakatan yang tercapai.
“Baca Juga : Gedung Hunian Ambruk di Lebanon, Setidaknya 15 Orang Tewas“
Kapal Induk USS George HW Bush: Siap Berangkat
Kapal induk yang dipersiapkan oleh AS kemungkinan besar adalah USS George HW Bush, yang saat ini sedang menyelesaikan serangkaian latihan di lepas pantai Virginia. Latihan ini bisa dipercepat agar kapal tersebut dapat bergabung dengan armada yang sudah ada di kawasan Timur Tengah. Jika pengerahan ini terealisasi, USS George HW Bush akan bergabung dengan USS Abraham Lincoln yang sudah lebih dulu berada di sana. Keberadaan kedua kapal induk ini semakin meningkatkan kesiapan militer AS di kawasan tersebut.
Kemampuan Tempur Kapal Induk: F-35 dan Pesawat Siluman
USS George HW Bush, yang memiliki kemampuan luar biasa, mampu meluncurkan dan mendaratkan jet tempur, termasuk pesawat siluman F-35 Lightning. Kapal induk ini dilengkapi dengan teknologi canggih yang memungkinkan AS untuk menghadapi ancaman dari udara maupun laut. Keberadaan pesawat siluman dan jet tempur seperti F-22 Raptor di kapal ini semakin memperkuat daya serang AS di wilayah tersebut. Keberadaan kapal induk dengan kemampuan tinggi ini juga menjadi bagian penting dalam strategi militer AS menghadapi potensi ancaman dari Iran.
Serangan Militer Terhadap Iran: Siapkan Pesawat Siluman dan Bom B-2
Laporan sebelumnya mengindikasikan bahwa setiap serangan militer ke wilayah Iran kemungkinan besar akan melibatkan pesawat siluman F-35 dan jet tempur F-22 Raptor. Selain itu, pengebom B-2 Spirit juga diperkirakan akan terlibat dalam aksi ini. Dengan persiapan matang dan armada canggih, AS berharap bisa menanggapi ancaman yang ada dengan efektif. Namun, meskipun persiapan serangan dilakukan, Trump masih membuka pintu bagi solusi diplomatik dengan Iran.
“Baca Juga : Perjanjian Nuklir Rusia-AS Berakhir dan Dunia Mendadak Terasa Lebih Rapuh“
Jalur Diplomasi Masih Terbuka: Trump Tegaskan Prioritas untuk Negosiasi
Meski militer AS terus mempersiapkan langkah-langkah strategis, Presiden Trump tetap menegaskan pentingnya jalur diplomasi. Setelah bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 11 Februari 2026, Trump menegaskan bahwa negosiasi dengan Iran harus terus berjalan untuk mencari solusi damai. “Jika kesepakatan dapat dicapai, itu akan menjadi pilihan utama,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada persiapan militer yang intens, AS masih berusaha mencari jalan damai untuk meredakan ketegangan.
Rencana Serangan dan Diplomasi: Menjaga Keseimbangan
Rencana pengiriman kapal induk kedua ke Timur Tengah memperlihatkan tekad AS untuk siap menghadapi segala kemungkinan. Namun, keputusan ini juga mencerminkan kompleksitas situasi yang dihadapi. Di satu sisi, Trump dan pejabat AS lainnya menegaskan kesiapsiagaan militer, sementara di sisi lain, mereka juga terus membuka ruang untuk diplomasi dengan Iran. Ke depannya, situasi ini akan sangat bergantung pada perkembangan negosiasi antara kedua negara dan respons yang diberikan oleh Iran.