Inews Complex – Perang antara Iran dan Israel kembali memanas. Pada Jumat (6/3/2026), Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan peluncuran serangkaian rudal ke Tel Aviv sebagai bagian dari Operasi True Promise 4. Serangan ini merupakan balasan atas serangan udara gabungan dari AS dan Israel pada 28 Februari 2026. Penggunaan Rudal Kheibar yang memiliki jangkauan hingga 1.450 kilometer semakin memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah. Ledakan keras terdengar di seluruh Tel Aviv, menandakan skala serangan yang besar.
Rudal Kheibar: Teknologi Canggih Iran
Rudal Kheibar, yang diperkenalkan oleh Iran pada 2022, merupakan salah satu teknologi canggih dalam arsenal militer negara tersebut. Dengan panjang 11,4 meter dan hulu ledak seberat 550 kilogram, rudal ini mampu mencapai kecepatan Mach 2 hingga Mach 3 saat mendekati target. Dikenal karena presisi tinggi, Kheibar dilengkapi dengan sistem pemandu berbasis satelit dan hulu ledak yang dapat bermanuver. Kecepatan dan kemampuan manuvernya menyulitkan sistem pertahanan udara seperti Patriot dan David’s Sling milik Israel untuk mencegat serangan tersebut.
“Baca Juga : THR Pensiunan Cair Hari Ini, Kabar Hangat bagi 3,2 Juta Penerima Menjelang Idul Fitri“
Serangan Balasan dalam Operasi True Promise 4
Serangan ini adalah bagian dari gelombang ke-21 dalam Operasi True Promise 4 yang dilakukan oleh Iran. Dalam serangan tersebut, selain rudal Kheibar, IRGC juga meluncurkan pesawat tak berawak atau drone ke wilayah Israel. Target utama serangan adalah lokasi strategis yang terletak di jantung kota Tel Aviv, yang menjadi simbol kekuatan Israel. Meskipun sistem pertahanan udara Israel berusaha mencegat serangan, ledakan besar tetap terjadi, menunjukkan keberhasilan serangan tersebut.
Tantangan bagi Pertahanan Israel
Keberhasilan Iran dalam meluncurkan Rudal Kheibar ke jantung Tel Aviv menambah tantangan besar bagi sistem pertahanan Israel. Meskipun Israel memiliki pertahanan canggih seperti sistem Patriot dan David’s Sling, kecepatan tinggi dan kecanggihan teknologi Rudal Kheibar mempersulit usaha pencegatan. Hal ini memicu perdebatan tentang efektivitas pertahanan udara Israel dalam menghadapi ancaman rudal yang semakin canggih.
“Baca Juga : Iran Temukan Kelemahan Negara Teluk, Serangan Drone Jadi Strategi Baru Perang“
Reaksi Dunia terhadap Serangan Iran
Serangan ini kembali memicu ketegangan internasional. Meskipun banyak negara mengecam kekerasan di Timur Tengah, serangan ini menunjukkan eskalasi baru dalam konflik antara Iran dan Israel. Dunia kini semakin cemas akan dampak lebih luas dari perang ini, yang dapat melibatkan lebih banyak negara di kawasan dan memengaruhi stabilitas global. Pemerintah negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Rusia kini turut memperhatikan perkembangan ini dengan cermat.
Dampak Keamanan di Wilayah Timur Tengah
Selain dampak langsung terhadap Israel, serangan rudal ini juga memiliki dampak signifikan terhadap stabilitas keamanan di Timur Tengah. Negara-negara tetangga seperti Lebanon, Suriah, dan Yordania mulai mengamati dengan cermat perkembangan ini, mengingat dampaknya terhadap keseimbangan politik dan ekonomi di kawasan tersebut. Ketegangan yang meningkat ini kemungkinan akan berlanjut, dengan dampak yang dirasakan oleh negara-negara di luar kawasan.
Ancaman yang Masih Terus Berlanjut
Meski serangan ini merupakan bagian dari balasan Iran terhadap gempuran AS dan Israel, ketegangan antara kedua negara ini kemungkinan besar akan terus berlanjut. Dengan perkembangan teknologi militer yang semakin pesat, baik Iran maupun Israel memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan lebih lanjut yang dapat memperburuk situasi. Dunia kini menyaksikan dengan cemas perkembangan konflik ini, yang dapat mengubah dinamika politik global secara drastis.