iNews Complex – Kepemimpinan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) telah membawa Arab Saudi ke era baru. Putra Raja Salman ini tak hanya mereformasi negeri padang pasir itu secara internal, tetapi juga menempatkan Arab Saudi di pusat panggung dunia melalui strategi diplomasi minyak dan reformasi ambisius.
MBS memanfaatkan momen global, seperti perang di Ukraina dan melonjaknya harga minyak, untuk menjinakkan musuh lama dan memperkuat pengaruh Saudi. Gebrakannya tidak hanya mengguncang tatanan domestik, tetapi juga mendefinisikan ulang posisi Arab Saudi di dunia internasional.
Diplomasi Minyak: Menjinakkan Amerika Serikat dan Joe Biden
Dari “Paria” Menjadi Mitra Strategis
Pada tahun 2020, Presiden AS Joe Biden berjanji menjadikan Arab Saudi sebagai “paria” atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Namun, dua tahun kemudian, pada Juli 2022, Biden bertemu langsung dengan MBS di Istana Al Salam, Jeddah. Pertemuan itu ditandai dengan jabat tangan kepalan yang viral dan simbolis.
Lonjakan harga minyak akibat perang di Ukraina memaksa AS untuk memperbaiki hubungan dengan Arab Saudi. Kebutuhan energi yang mendesak mengubah sikap Washington terhadap Riyadh, memberi MBS daya tawar luar biasa di panggung global.
Penolakan Menurunkan Harga Minyak
Ketika Biden meminta MBS menurunkan harga minyak untuk meredakan krisis ekonomi di AS, MBS dengan tegas menolak. Langkah ini mengejutkan diplomat Amerika, tetapi juga memperjelas prioritas Saudi. Pendapatan minyak diperlukan untuk mendanai proyek ambisius seperti Visi 2030, termasuk pembangunan kota futuristik NEOM.
“Dengan kekuatan minyak, MBS berhasil menjinakkan tekanan dari negara adidaya seperti AS, sekaligus memanfaatkan momen geopolitik untuk memperkuat posisi Saudi,” ujar seorang analis energi global.
Reformasi Besar di Arab Saudi: Mengguncang Tradisi, Membangun Masa Depan
Perubahan Budaya dan Sosial
Sejak naik ke tampuk kekuasaan, MBS telah melakukan reformasi besar-besaran yang mengubah wajah Arab Saudi:
- Pencabutan Larangan Perempuan Mengemudi: Langkah ini menjadi simbol utama modernisasi Saudi.
- Acara Hiburan Publik: Festival musik, konser internasional, dan bioskop kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
- Pencampuran Gender: Larangan percampuran gender di tempat umum semakin dilonggarkan, menciptakan masyarakat yang lebih inklusif.
Proyek Ambisius NEOM
Salah satu pilar reformasi MBS adalah pembangunan kota futuristik NEOM, yang dirancang untuk menjadi pusat teknologi dan inovasi global. Dengan investasi bernilai triliunan rupiah, NEOM diharapkan mendiversifikasi ekonomi Saudi yang bergantung pada minyak menjadi lebih modern dan beragam.
“Reformasi ini tidak hanya mengguncang tradisi, tetapi juga memperkenalkan Saudi sebagai kekuatan global baru dengan visi masa depan yang jelas,” ujar seorang pakar ekonomi Timur Tengah.
Peran Mohammed bin Salman di Timur Tengah: Perdamaian dan Diplomasi Strategis
Pemulihan Hubungan dengan Iran
Langkah besar lainnya adalah normalisasi hubungan dengan Iran pada 2023. Setelah bertahun-tahun rivalitas sektarian, MBS memanfaatkan mediasi China untuk menjalin kembali hubungan diplomatik dengan Teheran. Kesepakatan ini tidak hanya mengurangi ketegangan di kawasan, tetapi juga membuka jalan bagi kerja sama ekonomi dan keamanan yang lebih erat.
Kolaborasi dengan Turki
Hubungan Saudi dengan Turki sempat tegang setelah pembunuhan Khashoggi, tetapi MBS berhasil mempererat hubungan dengan Recep Tayyip Erdogan melalui diplomasi yang hati-hati.
Langkah ini memperkuat peran Saudi sebagai mediator dan pembawa perdamaian di kawasan Timur Tengah.
Tantangan Mohammed bin Salman: Kontroversi dan Kritik Global
Perang di Yaman
Kepemimpinan MBS juga diwarnai kontroversi, terutama terkait perang di Yaman yang telah menyebabkan krisis kemanusiaan. Langkah ini mengundang kritik keras dari komunitas internasional, meskipun Saudi menyebutnya sebagai upaya melawan kelompok pemberontak Houthi yang didukung Iran.
Hak Asasi Manusia
Meski banyak reformasi progresif, isu pelanggaran hak asasi manusia tetap menjadi sorotan. Pembatasan kebebasan berekspresi, penangkapan aktivis, dan kasus Khashoggi terus membayangi reputasi internasional MBS.
Ketergantungan pada Minyak
Meski ada upaya diversifikasi ekonomi, ketergantungan Arab Saudi pada pendapatan minyak masih menjadi tantangan besar, terutama di tengah transisi energi global.
Strategi Mohammed bin Salman untuk Ubah Tatanan Dunia
Kepemimpinan MBS mencerminkan strategi cerdas yang menggabungkan kekuatan ekonomi, reformasi domestik, dan diplomasi global:
- Memanfaatkan Krisis Global: Melonjaknya harga minyak digunakan untuk memperkuat pengaruh Saudi.
- Reformasi Progresif: Perubahan budaya dan sosial membuka peluang baru bagi generasi muda Saudi.
- Diplomasi Multiarah: Hubungan lebih erat dengan China, Rusia, Iran, dan Turki menunjukkan Saudi tidak lagi sepenuhnya bergantung pada AS.
Mohammed bin Salman adalah sosok yang penuh kontroversi sekaligus inovasi. Dengan memanfaatkan kekuatan minyak, melakukan reformasi besar-besaran, dan menjalin diplomasi strategis, MBS telah mengubah posisi Arab Saudi di dunia internasional.
Namun, tantangan besar seperti hak asasi manusia, perang di Yaman, dan transisi energi global tetap menjadi rintangan yang harus dihadapi. Bagaimana MBS menjaga keseimbangan antara ambisi global dan tekanan domestik akan menentukan warisan kepemimpinannya di masa depan.