Inews Combat Sports – Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat resmi menandatangani kesepakatan tarif pada 19 Februari 2026. Dalam kesepakatan ini, Indonesia setuju untuk mengenakan tarif sebesar 19% untuk barang-barang yang masuk ke pasar AS. Langkah ini diambil setelah adanya ancaman tarif hingga 32% sebelumnya. Meskipun tarif tersebut lebih rendah dari yang diantisipasi, kesepakatan ini menandai pencapaian penting dalam hubungan perdagangan kedua negara. Pembicaraan dilakukan dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Washington DC.
Imbal Balik untuk Kepentingan Bisnis AS
Sebagai imbal balik, Indonesia memberikan sejumlah keuntungan bagi perusahaan-perusahaan asal AS yang beroperasi di Indonesia. Salah satu keputusan penting adalah pembebasan perusahaan AS dari kewajiban Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Dengan adanya kebijakan ini, pemerintah Indonesia berharap untuk memperlancar kemitraan bisnis dengan AS dan memberikan lebih banyak kesempatan bagi investasi asing.
“Baca Juga : Pesta Gas Tertawa Berujung Kebakaran, 5 Remaja Tewas di Apartemen Spanyol“
Pembelian Komoditas dan Pesawat Boeing
Sebagai bagian dari kesepakatan ini, Indonesia setuju untuk membeli komoditas energi, produk pertanian, dan sektor penerbangan dari AS senilai 33 miliar dollar AS (sekitar Rp 557 triliun). Pembelian ini termasuk pengadaan pesawat dari Boeing, yang menjadi salah satu komponen utama dari kesepakatan ini. Hal ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan AS melalui sektor-sektor strategis.
Dampak Kesepakatan terhadap Ekonomi Indonesia
Kesepakatan ini membuka peluang bagi Indonesia untuk memperluas perdagangan dengan AS, terutama di sektor energi, pertanian, dan penerbangan. Selain itu, pembelian komoditas dalam jumlah besar dapat berkontribusi pada penguatan ekonomi Indonesia, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber daya lokal yang terbatas. Indonesia berharap kesepakatan ini dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
“Baca Juga : Gedung Hunian Ambruk di Lebanon, Setidaknya 15 Orang Tewas“
Tantangan dan Potensi Perubahan di Masa Depan
Meskipun ada keuntungan yang jelas dari kesepakatan ini, Indonesia juga menghadapi tantangan. Beberapa pihak menyarankan agar Indonesia lebih berhati-hati dalam menerima kesepakatan yang dapat memengaruhi industri dalam negeri. Salah satunya adalah dampak dari kebijakan perdagangan yang dapat merugikan sektor tertentu, seperti industri dalam negeri yang belum siap bersaing dengan produk luar.
Konteks Global dan Diplomasi Perdagangan
Kesepakatan ini juga terjadi di tengah ketegangan global yang melibatkan Amerika Serikat, termasuk dengan negara besar seperti China. Presiden Donald Trump yang memimpin kebijakan perdagangan agresif telah menekan negara-negara seperti Indonesia untuk mengimbangi kesenjangan perdagangan. Sementara itu, Indonesia berusaha menyeimbangkan kepentingan nasional dan internasional dalam memperkuat perekonomiannya.