Inews Complex – Pada 30 Januari 2026, Departemen Kehakiman AS merilis dokumen baru tentang Jeffrey Epstein. Dalam dokumen ini, terungkap bahwa Epstein berusaha mendekati Presiden Rusia Vladimir Putin sejak 2013. Meskipun Epstein berulang kali mencoba mengatur pertemuan dengan Putin, hingga kini tidak ada catatan bahwa pertemuan itu terjadi. Nama Putin disebut lebih dari seribu kali dalam dokumen tersebut. Ini menambah kompleksitas hubungan Epstein dengan tokoh-tokoh berpengaruh dunia.
Jaringan Kenalan Epstein: Mencari Akses ke Putin
Epstein menggunakan jaringan kenalannya untuk mendekati Putin. Melalui email kepada beberapa orang penting, dia meminta bantuan untuk mendapatkan akses ke Putin. Salah satunya adalah pengusaha asal Uni Emirat Arab, Ahmed bin Sulayem, yang dihubungi Epstein pada 2011. Dalam pesan tersebut, Epstein mengatakan bahwa dia memiliki kenalan dekat dengan Putin dan bertanya apakah bisa memanfaatkan hubungan itu untuk bertemu dengan sang presiden.
“Baca Juga : AS Tuduh China Raup Untung Besar dari Minyak Venezuela Saat Maduro Berkuasa“
Visa Rusia: Usaha Epstein Sejak 2010
Selain upaya bertemu langsung, Epstein juga mencoba memperoleh visa Rusia. Dalam beberapa pesan, ia menyebutkan ingin bertemu dengan Putin di Amerika karena kemungkinan bertemu di Sochi sangat kecil. Hal ini menunjukkan betapa besarnya ambisi Epstein untuk menjalin hubungan dengan Putin dan mengakses kekuasaan Rusia. Upaya ini berlangsung lebih dari satu dekade, dan masih belum jelas apakah itu berhasil.
Epstein dan Putin: Apa yang Mendorongnya?
Epstein tampaknya sadar akan pengaruh besar yang dimiliki Putin dalam politik global. Sebagai presiden Rusia yang kuat, Putin adalah figur penting yang dapat membuka banyak pintu di dunia politik internasional. Keinginan Epstein untuk menjalin hubungan dengan Putin tidak hanya didorong oleh alasan pribadi, tetapi juga untuk memperluas jangkauan pengaruhnya. Hal ini semakin memunculkan spekulasi tentang apa yang sebenarnya ingin dicapai Epstein melalui hubungan dengan pemimpin Rusia ini.
Skandal Epstein: Nama-nama Besar Terseret
Selain Putin, dokumen ini juga menyebutkan nama-nama besar lainnya, seperti Elon Musk dan Bill Gates, yang terseret dalam skandal Epstein. Nama-nama tersebut semakin memperkeruh hubungan mereka dengan kasus Epstein. Dengan adanya bukti baru yang terungkap, semakin banyak tokoh yang terseret dalam jaringan yang melibatkan Epstein, menciptakan ketegangan yang semakin besar di dunia politik dan bisnis.
“Baca Juga : Prabowo Kunjungi PM Inggris, Starmer Puji Kerja Sama dengan Indonesia“
Penggunaan Media: Epstein dan Citra Publik
Epstein juga dikenal memanfaatkan media untuk membangun citra dan memperluas pengaruh. Dalam berbagai email yang ditemukan, dia mengirimkan buletin media yang membahas berbagai topik yang menarik perhatian. Ini menunjukkan bagaimana Epstein menggunakan media sebagai alat untuk mencapai tujuannya, tidak hanya melalui hubungan pribadi, tetapi juga dengan mempengaruhi opini publik. Penggunaan media ini semakin menunjukkan strategi Epstein dalam membangun koneksi dan pengaruhnya di kancah global.
Implikasi Global: Dampak Hukum dan Politik
Rilis dokumen ini membawa dampak besar tidak hanya untuk Epstein, tetapi juga untuk dunia politik internasional. Hubungannya dengan Putin dan tokoh-tokoh berpengaruh lainnya menambah spekulasi tentang peranannya dalam lingkaran kekuasaan global. Dengan bukti-bukti yang terus bermunculan, kasus ini semakin menarik perhatian banyak pihak. Dunia politik kini menunggu untuk melihat bagaimana proses hukum ini akan berkembang dan apa dampaknya terhadap orang-orang yang terlibat.