iNews Complex – Insiden tewasnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online (ojol) berusia 21 tahun, akibat dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat aksi demo di Jakarta, mendapat sorotan tajam dari media internasional. Peristiwa ini tidak hanya memicu duka mendalam di dalam negeri, tetapi juga menjadi perhatian media asing dari Asia hingga Amerika.
Media The Straits Times asal Singapura menyoroti rasa duka sekaligus kemarahan publik atas insiden tragis ini. Dengan judul “Justice for Affan’: Outrage in Jakarta after delivery rider killed by police vehicle in protest clash”, mereka menulis wawancara khusus dengan ibunda Affan, Erlina.
“Baca Juga : Kapolda Metro Benarkan Ojol Tewas Terlindas Rantis Brimob dalam Demo”
“Duka dan amarah melanda ibu kota Indonesia, Jakarta, saat keluarga Affan Kurniawan berduka atas kematiannya setelah ditabrak kendaraan taktis polisi,” tulis The Straits Times. Erlina, yang bekerja sebagai asisten rumah tangga, mengungkapkan bahwa anaknya adalah tulang punggung keluarga. “Dia bekerja sangat keras, bahkan sudah menabung untuk membeli tanah dan membangun rumah di Lampung,” ujarnya.
Kantor berita Inggris Reuters juga menurunkan laporan berjudul “Indonesian students vow more protests after one killed in Jakarta demonstration”. Reuters menyoroti gelombang protes lanjutan yang akan digelar mahasiswa pasca insiden tersebut.
Mereka juga menuliskan permintaan maaf dari Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri, yang menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Affan.
Media Arab News menyoroti kabar serupa dengan fokus pada gelombang protes mahasiswa. Sementara itu, media Amerika Serikat Bloomberg menilai kejadian ini menjadi ujian besar bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang baru berjalan kurang dari setahun.
“Ini merupakan hari ketiga pekan ini di mana protes besar meletus di seluruh Indonesia,” tulis Bloomberg, sembari menyinggung dampak politik yang mungkin ditimbulkan.
“Simak Juga : Serangan Rudal dan Drone Rusia Guncang Kyiv, 10 Orang Tewas”
Media Thailand, Bangkok Post, menyoroti reaksi keras publik di media sosial. Mereka melaporkan bahwa sesama pengemudi ojol menggelar aksi spontan di depan markas polisi pada malam hari. Media ini juga memperingatkan potensi kerusuhan yang lebih luas jika pemerintah tidak segera bertindak tegas.
Kasus meninggalnya Affan Kurniawan tidak hanya menjadi isu nasional, tetapi juga telah menggema hingga ranah internasional. Media asing menggambarkan insiden ini sebagai peristiwa tragis yang memicu duka, amarah, dan gelombang protes baru. Dunia kini ikut menantikan bagaimana pemerintah Indonesia menangani kasus ini secara transparan dan adil.